Aksi Damai Anti Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak

Published by: Ronal Alexander | Tulisan

Pendahuluan

Belakangan ini kita banyak disuguhkan berita berita tentang kekerasan seksual oleh media,belum hilang dari ingatan kita tentang kasus kematian Angelin yang dibunuh oleh ibu angkatnya yang menguras semua perhatian,simpati, sekaligus kemarahan kita, tiba tiba muncul kembali kasus yang lebih parah yakni kasus Yuyun yang meninggal dunia setelah diperkosa oleh 14 pria.kasus ini seperti api pemicu semagat diberbagai Daerah untuk berjuang bersama menentang dan mengutuk perbuatan perbuatan kekerasan seksual yang dibarengi dengan kematian korban.kasus Yuyun seakan membuka mata kita bahwa kelakuan predator predator pelaku kekerasan seksual terhadap anak sudah diluar batas dan tidak memiliki rasa kemanusian.sesungguhnya kalau kita cermati kasus kasus ini hanya sebagian kecil kasus kasus yang terjadi diberbagai daerah yang tidak terakses oleh media. Namun dengan terungkapnya kasus kasus ini diharapkan setiap orang bisa waspada karena kita semua memiliki potensi sebagai korban.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat pada tahun 2015 terdapat 321.752 kasus kekerasan terhadap perempuan -berarti sekitar 881 kasus setiap hari.Angka tersebut didapatkan dari pengadilan agama sejumlah 305.535 kasus dan lembaga mitra Komnas Perempuan sejumlah 16.217 kasus. Menurut pengamatan mereka, angka kekerasan terhadap perempuan meningkat 9% dari tahun sebelumnya.Kekerasan seksual termasuk bentuk kekerasan paling menonjol sampai sejumlah kalangan menilai Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat kekerasan seksual

Bagaimana dengan kabDairi?

Selama ini kita mungkin abai tentang persolan kekerasan terhadap anak dan perempuan dikab Dairi yang ternyata juga memiliki banyak kasus tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan,2015 saja ada 37 kasus(data Pesada dan PDPK) yang ditangani, dengan catatan itu adalah kasus dimana korban mau berbagai dan mengadukan kasus yang dialaminya sememtara itu masih banyak kasus kasus yang tidak dapat ditagani atau diakses oleh media dan lembaga lembaga yang concert terhadap penaganan kasus kasus kekerasan perempuan dan anak.Ada beberapa factor kenapa kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak sampai keranah hokum salah satunya adalah karena kasus ini dianggap aib keluarga sehingga mereka enggan untuk mengungkapkan kepublik dan parahnya pelakunya justru didominasi oleh keluarga sikorban,ayah,abang,kakek dan pamannya sehingga tidak jarang kasus seperti ini didamaikan secara kekeluargaan agar tidak mempermalukan keluarga,disamping itu para pemuka adat,agama dan kepala Desa juga sering melakukan intimidasi dan rekomendasi agar kasus kasus yang terjadi diselesaiakan secara kekeluargaan dan ini membuat para pelaku bebas dari jeratan hukum dan beberapa diantara kembali mengulangi perbuatannya.disamping itu aparat hukum juga melakukan hal yang sama,penaganan kasus yang tidak pro terhadap pemenuhan hak hak korban sering sekali menjadi pertimbangan korban enggan untuk melapor kepada aparat hokum.

Kita berharap kejadian kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih peduli,sehingga kita dan seluruh stakeholder bisa bersama sama bekerja untuk memberikan rasa aman kepada anak anak kita kepada seluruh perempuan,mereka bisa melakukan segala kegiatannya dan mengepresikan dirinya dengan nyaman,kita juga berharap melalui gerekan gerakan ini dapat mendorong segera disahkannya perpu perlindungan anak dan RUU penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga ada aturan yang jelas untuk memberikan hukuman yang maksimal bagi para pelaku kekerasan seksual terhadap anak dan perempun.

Tujuan

Aksi ini Sebagai bentuk solidaritas dan keprihatianan terhadap kasus kasus yang terjadi diberbagai daerah dan sikap menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak

Out put

  • Kita menjadi corong kampaye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak
  • Masyarakat memahami dampak dari semakin meningkatnya kasus kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
  • Masyarakat berperan aktif dalam upaya menghapus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan

Berikan Komentar dan Tanggapan Anda Dibawah ini: