Seruan Hari Perempuan Internasional : Kesetaraan Gender Sesuai SDGs untuk Peningkatan Kepemimpinan Perempuan.

Published by: adminpesada | Tulisan

No.: 03/D.5/P.Nias/Korwil/III/2018.

Gunungsitoli- Laverna 8 Maret 2018.

 

Pada tanggal 8 bulan Maret tahun 2018, Credit Union FAOLALA Perempuan Nias atau secara hokum bernama Kopwan Pesada, merayakan Hari Perempuan Internasional bersama PESADA. Perayaan dilaksanakan melalui 2 kegiatan penting yaitu Pendidikan Politik tentang PILKADA dan Pendalaman SDGs, serta Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2017.

Kopwan Pesada FAOLALA Perempuan Nias bersama PESADA telah berjalan selama 7 tahun mendampingi Perempuan Nias dan kelompok marjinal dalam pengorganisasi perempuan untuk penguatan ekonomi dan politik perempuan.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) dihadiri oleh 156 orang dari perwakilan anggota dari 5 Kabupaten/ Kota se- Kepulauan Nias, Dinas Koperasi Kabupaten/Kota, Perwakilan Kepala Desa, Perwakilan Koalisi di Kepulauan Nias, Perwakilan Suara Perempuan Untuk Keadilan (SPUK), Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) dan Forum Multi Stakeholder (FMS) Kabupaten Nias.

Dalam laporannya, Pengurus mencatat sampai tahun 2018 Kopwan PFPN sudah mendampingi 118 Unit/Kelompok dari 5 Kabupaten/Kota dengan jumlah saham seluruh anggota Rp. 14.464.390.353;, pinjaman beredar Rp. 17.285.765.000; SHU anggota per tahun 2017 sebesar Rp. 2. 415.649.106;

Dalam sambutannya Perwakilan Kepala Desa & Dinas Koperasi Kota Gunungsitoli menyatakan bahwa Kopwan PFPN adalah salah satu dari 2 (dua) Koperasi di Pulau Nias dari sekian banyak koperasi yanag melaksanakan Rapat Anggota tahunan (RAT) setiap tahun sebagai bagian dari penerapan nilai tranparansi dan pertanggungjawaban keuangan kepada anggota, dan manfaat kegiatan telah banyak yang dirasakan oleh anggota dan masyarakat.

Sementara dari hasil pendidikan politik tentang Pilkada tahun 2018 dan SDGs menyadari bahwa ada berbagai persoalan perempuan, baik kemiskinan, kesehatan, maupun persoalan yang berhubungan dengan kesetaraan gender. Pilkada SUMUT tahun 2018 juga memberikan gambaran nyata bahwa perempuan tidak masuk bahkan tersingkir dari pencalonan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Oleh karena itu PESADA bersama CU PFPN/Kopwan PFPN sebagai organisasi penguatan perempuan mempersiapkan perempuan potensial yang mampu dan siap menjadi pemimpin-pemimpin ke depan, baik di bidang Legislatif dan Eksekutif mulai dari level desa, Kabupaten/Kota dan Propinsi. Berdasarkan penjaringan partisipatip, PESADA bersama Kopwan PFPN telah menyiapkan sebanyak 333 orang perempuan potensial dari 5 Kabupaten/Kota di Pulau Nias yang siap dan mampu bersaing pada Pilkades, Pilkada, dan Calon Legislatif dari tahun 2018 -2019.

Pendidikan politik memberikan kesadaran kritis bagi perempuan tentang hak politik, menganalisa figur calon pimpinan Kepala Daerah di Sumut tahun 2018, dan Parpol pendukung. Perempuan Nias dampingan PESADA mengambil sikap untuk membuat kriteria sebagai pemimpin ke depan yaitu : Bukan dari militer & Pengusaha, Pro rakyat, memiliki integritas yang tinggi, mengayomi & tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras;` bukan pelaku kekerasan, tidak poligami, berpengalaman dalam pemerintahan sipil, Anti KKN, berasal dari partai politik nasionalis, mempunyai visi misi yang jelas, melihat rekam jejak sebelumnya dan belum pernah adanya kasus kriminal (KKN).

Oleh karena itu, melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Hari Perayaan Perempuan Internasional yang yang diselenggarakan oleh Kopwan Pesada FAOLALA Perempuan Nias (PFPN), bersama PESADA, Suara Perempuan untuk Keadilan (SPUK), Forum Komunitas Akar Rumput (FKPAR) dan Forum Multi Stakeholder (FMS) di 5 Kabupaten/Kota kepulauan Nias. Ada beberapa rekomendasi yang akan disampaikan :

  1. Mendorong masyarakat terutama perempuan untuk menjadi pemilih cerdas yang dapat menentukan pilihannya sesuai dengan kriteria.
  2. Mendorong untuk tidak golput pada Pilkada tanggal 27 Juni 2018 dan memastikan adanya pemantau independen di setiap TPS.
  3. Mendesak pemerintah daerah untuk menginternalisasikan SDGs dalam Aksi Daerah terutama Kesehatan & Kesejahteraan, Pendidikan dan Kesetaraan gender.
  4. Mendesak Dinas Kesehatan melengkapi fasilitas di layanan kesehatan untuk pemenuhan kesehatan seksual dan reproduksi perempuan yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak.

 

Demikian seruan ini disampaikan, guna tercapaianya masyarakat yang sejahtera dan terutama keadilan gender.

 

Berikan Komentar dan Tanggapan Anda Dibawah ini: