01 Feb 2013 | Profil

Profil

Published by: adminpesada

Sejarah dan Visi & Missi

PESADA sebagai ORNOP/LSM Perempuan yang berdiri pada 1 Oktober 1990 dengan nama Yayasan Sada Ahmo (YSA), berawal dari penyelenggaraan TBAA untuk Anak-anak Pakpak, sebagai salah satu bentuk pengembangan suku Pakpak. Di tahun 1999, pendidikan politik semakin gencar dilakukan dan sejak itu Penguatan Partisipasi Politik Perempuan menjadi salah satu focus program, serta Women Crisis Center. Pendidikan untuk Aktivis ORNOP serta pengembangan jaringan untuk penguatan gerakan perempuan juga dilakukan secara rutin. YSA kemudian berubah menjadi Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA) di tahun 2004, dan berkembang menjadi lembaga untuk penguatan perempuan melalui penguatan ekonomi & politik perempuan serta kelompok yang termarjinalkan.

visi

Tantangan PESADA

misiiiBencana alam berupa tsunami dan gempa bumi d tahun 2004/2005 membuat PESADA
memutuskan perluasan wilayah, dan semakin melihat pentingnya program kesehatan

reproduksi dan kesehatan keluarga; dengan tetap melakukan penguatan ekonomi
perempuan akar rumput sebagai fondasi penguatan politik. Tetapi di tahun 2011 s/d 2013, program penguatan perempuan dan kelompok yang terpinggirkan mengalami penyusutan karena kesulitan pendanaan. Meskipun demikian, kesawadayaan CU membuat program penguatan ekonomi tetap berjalan; bantuan dana ICCO untuk pertanian organic dan Global Fund for Women serta ACE (Association for Community Empowerment) sangat membantu berjalannya program PESADA. Hingga di akhir tahun 2013 dan memasuki 2014, PESADA dapat melaksanakan seluruh program sesuai perencanaan, berkat dukungan dari jaringan yaitu ASPPUK untuk program tenun dengan pewarna alam, Ausaid/DFAT untuk program Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) serta dana bantuan hukum dari KEMENKUMHAM.

Di tahun 2013 pula PESADA diakui dan memperoleh sertifikat sebagai Organisasi antuan Hukum (OBH) terakreditasi dengan kategori C oleh KEMENKUMHAM.

Dan di tahun 2014, PESADA kemudian memperoleh sertifikat Perkumpulan dari KEMENKUMHAM.

A

Capaian PESADA Per 31 Desember 2016


1. Jumlah Perempuan Anggota Credit Union(CU) & Kelompok Usaha Kecil.

Jumlah kelompok ada sebanyak 269 kelompok dengan 15.971 anggota di Sumatera Utara dan Kepulauan Nias, dengan total simpanan/saham Rp.25.750.189.234,- dan pinjaman Rp 27.035.501.365,-. Rincian data dapat dilihat di bawah ini:

 

Rincian data dapat dilihat di bawah ini:

NO NAMA CU Unit Anggota Saham Pinjaman
1. CU Pesada PEREMPUAN 153 9,745 14,223,528,958 15,076,675,895
2. CU Pesada FAOLALA Perempuan Nias 116 6,226 11,526,660,276 11,958,825,470
Jumlah 269 15,971 25,750,189,234 27,035,501,365

2. Kredit Mikro Untuk Usaha.

  • JumlahKredit Mikro mencapai Rp. 1,405,425,985 Per Desember 2016 terdapat 66 orang perempuan di Dairi dengan jumlah kreditmikro sebesar Rp 125.000.000,- 89 orang perempuan di Pakpak Bharat Rp 150.400.000,- .Kelompok Tenun 40 orang sebesar Rp 31.440.000,-
  • Jumlah Kelpum ada 19 kelpum dengan jumlah anggota sebanyak 80 orang dan jumlah pinjaman yang beredar sebesar Rp.385.150.000, –

3. Jumlah kasus ditangani sampai akhir November 2016: 139 kss (kasus lama 26 dan baru 113 kasus). Wilayah paling banyak kasus adalah PDS sebanyak 57 kasus (41%). Mayoritas kasus untuk perempuan dewasa adalah KDRTsebanyak 65 kasus (47%), sementara kekerasan anak khususnya kekerasan seksual/cabul cukup tinggi yaitu 26 kasus (19%).

Jenis Kasus Medan PDS HH/TT Nias Jumlah
L B Total L B Total L B Total L B Total L B Total (L+B)
1. Fisik 1 9 10 3 9 12 0 2 2 2 2 4 6 22 28
2. Psikis 1 3 4 1 4 5   6 6 1 2 3 3 15 18
3. Seksual           0 0 0
4. Penelantaran 6 6 2 4 6       4 4 2 14 16
5. Hak asuh anak 1 2 3       1 2 3
2 18 20 7 19 26 0 8 8 3 8 11 12 53 65
                           
1. Fisik 1 1 1 4 5       9 9 1 14 15
2. Psikis 3 3 1 5 6       4 4 1 12 13
3. Seksual   1 5 6     1 3 4 2 8 10
4. Lain2 (waris, ) 1 4 5             1 4 5
KTAp :                         0 0
1. Seksual/cabul 2 6 8 2 11 13 1 3 4 1 1 2 5 21 26
2. Fisik 1   1             1 0 1
3. Traficking     1 1           1 1
Lain2 (penyalahgunaan wewenang, dll)           3   3 3 0 3
Total 6 32 38 12 45 57 1 11 12 8 25 33 26 113 139

 

  1. Pendampingan Sinceritas

Dilaksanakan berbagai bentuk pendampingan mulai dari pendampingan hokum, psikologis, pendidikan dan mendorong hak identitas dengan total jangkauan 3.536 orang (2.744 perempuan dan 792 laki-laki) dengan rincian sbb:

Jenis Pendampingan Kasus

Jenis pendampingan Jumlah /Freq Jumlah peserta l/p Catatan
Pr Lk Jlh
1. Kasus Pidana 51 51   51  
2. Kasus perdata 5 5   5  
3. Monitoring kasus 56 56   56  
4. Akses shelter 8 8   8  
5. Konseling 43 43   43  
6. Konsultasi 48 48   48  
7. Pengiriman surat desakan, somasi dll 89 89   89 Direspons: 71
8. Audiensi ke APH 16        
9. Hotline 32 32   32  
10. Supporting group 7 56   56 Nias tidak terlaksana
11. Kelengkapan Adm ke Kemenkumham 33 33   33 idem
12. Konseling kelompok siswa/i di 2 Wilayah 7 61 27 88  
13. Penyuluhan/Penguatan Hukum 12 395 174 569  
14. Pemberdayaan/penguatan Masy. 28 529 15 544  
15. Pendidikan anak muda di lbg agama 12 177 96 273  
16. Diskusi berseri utk tkt. SLTA 37 756 480 1,236  
17. Kader WCC & bibit feminist prp muda   405   405 208 dampingan

197 bibit feminist muda

Total cakupan pendampingan 2,744 792 3,536  
  1. Data Kader Pesada ; Dampingan dan Sekolah (Feminis Muda) :

Adanya 405 kader (208 dampingan & 197 bibit feminis muda) di 4 wilayah.

 

FM = Feminis Muda

DP = Dampingan

Medan PDS HH/TT Nias Total
DP FM DP FM DP FM DP FM DP FM
16 18 20 25 2 4 170 150 208 197
34 45 6 320 405

 

  • Medan : 34 orang (16 Kader ; 18 Feminis Muda)
  • PDS : 45 org (20 Kader; 25 Feminis Muda dari 3 sekolah SMA di

Sidikalang)

  • Nias : 320 (170 Dampingan Pesada; 150 orang Feminis Muda)

HH-TT : 6 orang (2 Kader; 4 Feminis Muda)

  1. Peningkatan partisipasi Politik Perempuan & Advokasi Kebijakan
  • Anggota Suara Perempuan Untuk Keadilan/SPUK Wilayah Dairi & Pakpak Bharat berjumlah 545 orang.
  • Keterlibatan anggota CU dalam seleksi Sensus Ekonomi dari P.Bharat ada 9 orang, 2 lulus seleksi dan dari Dairi ada 9 orang 3 lulus seleksi.
  • Keterlibatan dalam Musrembang Desa wilayah P.Bharat ada 12 kelompok yang mengikuti. Wilayah Dairi ada 10 kelompok, Kota Gunungsitoli ada 3 kelompok, Nias Barat ada 2 kelompok.
  • Keterlibatan anggota CU/Perempuan dalam pencalonan kepala desa di P.Bharat di desa Parpulungen 4 orang , Salak 1 orang, Simarpara 1 orang dan 1 orang di Sibande namun tidak ada yg menang, Kota Gunungsitoli 2 orang.
  • Kegiatan talkshow di Radio Green Samosir terlaksana dua kali. Mendapat respon positif dari masyarakat ada 2 korban perempuan yang melapor ke PESADA untuk mendapat pendampingan kasus.
  • Pemilihan pengurus Jarpuk Kab.Pakpak Bharat ; Ketua : Lenna Bancin, Sekretaris : Rindu Manulang, Bendahara : Lena Samosir.

 

  1. Publikasi

PESADA mempunyai website, facebook dan twitter yang berfungsi untuk memposting informasi terbaru yang dilaksanakan Pesada juga membuat siaran pers ke radio-radio yang ada di Kab. Dairi, Samosir, Medan & Nias.

 

 

 

 

 

  1. P

Jumlah personil yang terlibat dalam PESADA sepanjang 2016-2017 adalah 41 orang, terdiri dari 31 perempuan dan 10 laki-laki; dengan rincian sbb.:

Status Perempuan Laki-laki Total
Staf tetap 7 1 8
Staf Kontrak 17 4 21
Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus 4 2 6
Staf Temporer 2 1 3
Volunteer 1 1 2
CalonStaf 1 1
Total 31 10 41

4. Jaringan & Gerakan Perempuan.

  • PESADA konsisten bekerja sama dengan aktivis perempuan di Sumatera Utara melalui diskusi berkala, kampanye dan siaran pers pada Hari Perempuan Internasional, Hari Kartini dan secara khusus melakukan audiensi dengan Bupati Dairi, Bupati Nias dan wakil bupati Samosir.
  • PESADA turut memberikan pendidikan dengan menerima studi banding dan mahasiswa magang dari bebagai Universitas di SUMUT